{
  "nama_kelompok": "BLUEPRINT",
  "topik_penugasan": "Etika Komunikasi Digital Mahasiswa dalam Lingkungan Akademik",
  "penilaian": {
    "kelengkapan_berkas": {
      "skor": 75,
      "checklist": {
        "cover": true,
        "daftar_isi": true,
        "abstrak": false,
        "pendahuluan": {
          "latar_belakang": true,
          "rumusan_masalah": true,
          "tujuan": true
        },
        "pembahasan": true,
        "penutup": true,
        "daftar_pustaka": true
      },
      "bagian_yang_kurang": [
        "Abstrak"
      ],
      "alasan_dan_bukti": "Dokumen tidak memuat bagian Abstrak setelah Daftar Isi maupun sebelum Pendahuluan. Struktur langsung melompat dari Halaman Judul (hal. 1) dan Daftar Isi (hal. 2) menuju Bab 1 Pendahuluan (hal. 3)."
    },
    "format_penulisan": {
      "skor": 50,
      "temuan_inkonsistensi": [
        "Inkonsistensi sinkronisasi nomor halaman pada Daftar Isi dengan letak fisik dokumen riil (misal: Subbab 1.3 tertulis hal 2 di Daftar Isi padahal terletak di hal 4; Pembahasan tertulis hal 3-4 padahal membentang hingga hal 5; Penutup tertulis hal 5 padahal ada di hal 6; Daftar Pustaka tertulis hal 6 padahal ada di hal 7).",
        "Inkonsistensi penamaan dan penomoran bab antara Daftar Isi dan Isi Dokumen (pada Daftar Isi tertulis '2. PEMBAHASAN' dan '3. PENUTUPAN', sedangkan pada badan teks utama hanya tertulis 'PEMBAHASAN' tanpa nomor bab 2, serta menggunakan judul 'PENUTUP' bukan 'PENUTUPAN').",
        "Penggunaan font yang tidak seragam (terdeteksi font ArialMT bercampur dengan varian keluarga Times New Roman)."
      ],
      "alasan_dan_bukti": "Terdapat minimal 3 penyimpangan kaidah tata letak dan penulisan baku: Daftar Isi tidak akurat merefleksikan posisi halaman naskah, ketidaksinkronan penomoran hierarki bab utama, serta terdeteksinya font ArialMT di samping font baku Times New Roman."
    },
    "kesesuaian_topik": {
      "skor": 100,
      "analisis_keselarasan": "Seluruh materi naskah sangat relevan dan tepat sasaran dalam mengeksplorasi etika komunikasi digital mahasiswa di perguruan tinggi. Pembahasan secara konsisten mengupas anatomi pesan, batasan waktu, bahasa formal-informal, landasan teori CMC, hingga tata kelola etika institusi.",
      "bagian_menyimpang": [],
      "alasan_dan_bukti": "Rumusan masalah, landasan teori (Computer-Mediated Communication dan Teori Kesantunan Berbahasa), hingga penawaran SOP secara penuh mengakar pada studi kasus komunikasi digital sivitas akademika."
    },
    "solusi_dan_inovasi": {
      "skor": 82,
      "analisis_solusi": "Gagasan yang diajukan tergolong terstruktur, aplikatif, dan sangat realistis melalui formulasi draf Standard Operating Procedure (SOP) Komunikasi Digital 3 pilar (standar waktu, anatomi pesan, klasifikasi platform) serta mekanisme diseminasi bertahap.",
      "alasan_dan_bukti": "Subbab 2.3 menyajikan usulan pembatasan jam interaksi (Senin-Jumat 08.00-16.00 WIB), empat elemen baku pesan, pemilahan kanal (pesan instan vs LMS/email), serta integrasi ke dalam Kontrak Kuliah dan media infografis."
    },
    "kelengkapan_konten_artikel": {
      "skor": 80,
      "analisis_substansi": "Substansi pembahasan memiliki alur berpikir yang baik dan analitis dengan memanfaatkan pisau analisis teori komunikasi (CMC dan Politeness Theory Brown & Levinson). Namun, kajian literatur pendukung masih terbatas (hanya mengandalkan 2 referensi jurnal) dan belum dilengkapi temuan data primer/lapangan.",
      "alasan_dan_bukti": "Analisis akar masalah terbagi rapi ke dalam faktor internal dan eksternal pada subbab 2.2, namun daftar rujukan hanya memuat dua artikel ilmiah (Abidin & Wandi, 2023; Sudarto, 2024)."
    }
  },
  "rekap_nilai": {
    "skor_kelengkapan_berkas": 75,
    "skor_format_penulisan": 50,
    "skor_kesesuaian_topik": 100,
    "skor_solusi_inovasi": 82,
    "skor_kelengkapan_konten": 80,
    "catatan_juri_ringkas": "Artikel menyajikan analisis teoritis dan perumusan SOP etika digital yang sangat relevan dan aplikatif, namun naskah belum menyertakan Abstrak serta memiliki inkonsistensi penomoran halaman pada Daftar Isi.",
    "kelebihan": [
      "Topik dan analisis sangat kontekstual dengan kehidupan nyata mahasiswa baru di lingkungan kampus.",
      "Pemanfaatan teori pendukung (CMC dan Teori Kesantunan Brown & Levinson) sangat tepat dalam membedah fenomena komunikasi digital.",
      "Perumusan solusi SOP komunikasi digital disajikan secara runtut, jelas, dan implementatif."
    ],
    "saran_perbaikan": [
      "Wajib menyertakan lembar Abstrak lengkap (latar belakang, tujuan, metode/pendekatan, hasil, kata kunci) sebagai syarat integritas artikel ilmiah.",
      "Lakukan audit penomoran halaman pada Daftar Isi agar sesuai secara presisi dengan nomor halaman aktual di dokumen.",
      "Pastikan konsistensi penulisan nama dan nomor bab (misal: pemberian angka '2.' pada Bab Pembahasan dan keseragaman istilah 'Penutup' vs 'Penutupan').",
      "Perbanyak referensi rujukan ilmiah terkini untuk memperkuat validitas argumentasi."
    ]
  }
}